Wednesday, 25 May 2016

High pressure

Hari ini mungkin jadi tekanan terbesar dalam hidupku. Kondisi pekerjaan, dimana rekan-rekan kerjaku sulit untuk diajak bekerja sama. Ditambah lagi, ada satu karyawan perempuan yang sudah berumur, judes dan keras kepala, selalu susah untuk diajak fleksibel. Merasa selalu yang tertib dengan aturan, menjadikan semua koordinasi kerja menjadi terhambat. Aku benar-benar sudah jenuh bekerja disini. Seandainya ada keajaiban, q dipindah kerja di tempat dimana aku berasal, mungkin aku akan menjadi seperti "terlahir kembali. Tekanan berikutnya datang dari keluarga kecilku. Istriku saat ini sangat bangga-bangganya menjadi wanita karier. Sebuah status sosial yang membuat dirinya menjadi bagian dari "wanita modern". Di titik inilah kebahagiaanku mulai terkikis sedikit demi sedikit. Banyak yang dikorbankan dari pilihannya menjadi wanita karier. Dari cita-cita membangun keluarga kecil yang bahagia, sakinah, mawaddah dan warahmah, cita-cita menjadikan buah hati kami menjadi kebanggaan dengan semakin cerdas dan solehnya, hanya pupus. Itu semua seperti hanya dongeng si belalang atau dongeng si penidur sore yang ingin menjadi saudagar kaya. Aku terkadang merasa sudah lelah untuk berkonflik. Apalagi bertikai. Aku tidak ingin berdebat dengan siapapun, karena sabda rasulullah mengatakan, orang yang berdebat sama dengan menghadirkan setan diantara mereka. Yang menjadikan aku heran dan semakin heran, ketika aku berpegang teguh pada keyakinanku yang kudasarkan pada ajaran agamaku, semakin aku menjumpai semakin banyak kesusahan. Banyak sekali aku membaca artikel dan literature tentang wanita solehah yang istilahnya "perhiasan dunia", dinama si istri selalu siap mengabdi pada suaminya, membahagiakan suaminya, patuh pada suaminya hanya semata mencari ridho Allah, ingin menjadi penghuni surga. Indah rasanya jika membayangkan membangun rumah tangga yang seperti itu. Tiap hari ketika kita sebagai suami, pulang ke rumah setelah bekerja seharian, disambut oleh senyum ramah sang istri. Seakan-akan kita selalu dekat dengan wangi surga. Dekat dengan semua kebahagiaan surga. Dekat dengan semua keyakinan karena kita sudah mendapatkan setengah dari wangi surga, kita akan lebih mendambakan surga. Ya Allah, semua yang terjadi di muka bumi ini sudah berlalu diluar dari aturan-Mu. Tidak ada satupun yang bisa memperbaikinya. Semuanya sudah menjauh dari-Mu ya Allah. Mungkin juga diri ini mulai menjauh dari-Mu karena pengaruh sekelilingku. Melalui tulisan ini, aku bermunajat kepada-Mu ya Allah. Jadikan aku hamba-Mu yang patuh lagi seperti dulu. Sirami hatiku dengan nikmat-nikmat yang dulu pernah Engkau berikan padaku. Tunjukkan padaku semua kebenaran hakiki, agar aku bisa menjalani sisa hidupku sebagai calon penghuni surga.